Jauh-jauh
suapaya aku tak benci kau,
kau tak benci aku
Jauh-jauh
supaya aku kasihkan kau
kau kasihkan aku
Jauh-jauh
supaya aku tak menghujan kerna kau
kau menghujan kerna aku
Jauh-jauh
molek untuk kita
Friday, August 13, 2010
Thursday, August 12, 2010
Tuesday, July 13, 2010
Senyum =)
owh hati,
senyumlah.
hari-hari,
bila-bila,
mana-mana,
walaupun petir ribut di luar mengasak jiwamu.
owh hati,
senyumlah,
untuk mereka-mereka yang kamu cinta
walau di ulit derita
tetap senyum
hingga nafas akhir.
owh hati,
senyumlah,
=)
*aku sedang senyum, kamu juga, harus begitu ya?
senyumlah.
hari-hari,
bila-bila,
mana-mana,
walaupun petir ribut di luar mengasak jiwamu.
owh hati,
senyumlah,
untuk mereka-mereka yang kamu cinta
walau di ulit derita
tetap senyum
hingga nafas akhir.
owh hati,
senyumlah,
=)
*aku sedang senyum, kamu juga, harus begitu ya?
Sunday, May 23, 2010
Selama Mana
Selama mana lagi,
untuk kita
berselisih hati
dan diam
membungkam
Selama mana lagi
untuk kita
makan tak sehidang
dan kenyang
dek air mata
Selama mana lagi
untuk kita
berhembus
dalam ruang
yang tak pernah
terang?
untuk kita
berselisih hati
dan diam
membungkam
Selama mana lagi
untuk kita
makan tak sehidang
dan kenyang
dek air mata
Selama mana lagi
untuk kita
berhembus
dalam ruang
yang tak pernah
terang?
Tuesday, May 11, 2010
Thursday, April 15, 2010
Benci
Bencinya,
setiap kali mendengar,
akan bisik makhluk bertanduk,
mudah merasuk,
terjerat tak bertali.
walau sang batin menjerit memekik,
"tolonglah,jangan!"
ego menepis,"pergi mampus kau"
hati rapuh makin mereput.
Bencinya,
setiap kali mula menapak,
untuk kesekian kali,
"penatlah bodoh"
"aku bosan begini"
lolongan jiwa minta di lepas terbiar sepi.
Bencinya,
setiap kali memandang,
senyuman nipis kau si lalang,
apa gunanya kau mengaduh.
untuk di belai segalakah?
Bencilah!
setiap kali kalah dengan 'kau.'
setiap kali mendengar,
akan bisik makhluk bertanduk,
mudah merasuk,
terjerat tak bertali.
walau sang batin menjerit memekik,
"tolonglah,jangan!"
ego menepis,"pergi mampus kau"
hati rapuh makin mereput.
Bencinya,
setiap kali mula menapak,
untuk kesekian kali,
"penatlah bodoh"
"aku bosan begini"
lolongan jiwa minta di lepas terbiar sepi.
Bencinya,
setiap kali memandang,
senyuman nipis kau si lalang,
apa gunanya kau mengaduh.
untuk di belai segalakah?
Bencilah!
setiap kali kalah dengan 'kau.'
Subscribe to:
Posts (Atom)
